KEAMANAN KOMPUTER
VIRUS KOMPUTER
Virus
komputer
merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya
sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program
atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis
yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup.
Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen),
membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama
sekali.
SEJARAH VIRUS
Virus
komputer pertama kalinya tercipta bersamaan dengan komputer. Pada tahun 1949,
salah seorang pencipta komputer, John von Newman, yang menciptakan Electronic
Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC), memaparkan suatu makalahnya yang
berjudul “Theory and Organization of Complicated Automata”. Dalam makalahnya
dibahas kemungkinan program yang dapat menyebar dengan sendirinya. Perkembangan
virus komputer selanjutnya terjadi di AT&T Bell Laboratory salah satu
laboratorium komputer terbesar di dunia yang telah menghasilkan banyak hal,
seperti bahasa C dan C++.Di laboratorium ini, sekitar tahun 1960-an, setiap
waktu istirahat para peneliti membuat permainan dengan suatu program yang dapat
memusnahkan kemampuan membetulkan dirinya dan balik menyerang kedudukan lawan.
Selain itu, program permainan dapat memperbanyak
dirinya secara otomatis. Perang program ini disebut Core War, yaitu pemenangnya
adalah pemilik program sisa terbanyak dalam selang waktu tertentu. Karena sadar
akan bahaya program tersebut, terutama bila bocor keluar laboratorium tersebut,
maka setiap selesai permainan, program tersebut selalu dimusnahkan. Sekitar
tahun 1970-an , perusahaan Xerox memperkenalkan suatu program yang digunakan
untuk membantu kelancaran kerja. Struktur programnya menyerupai virus, namun
program ini adalah untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dan pada waktu
yang bersamaan dua tugas dapat dilakukan. Pada tahun 1980-an, perang virus di
dunia terbuka bermula atas pemaparan Fred Cohen, seorang peneliti dan asisten
profesor di Universitas Cincinati, Ohio. Dalam pemaparannya, Fred juga
mendemonstrasikan sebuah program ciptaannya, yaitu suatu virus yang dapat
menyebar secara cepat pada sejumlah komputer
. Sementara virus berkembang, Indonesia juga mulai
terkena wabah virus. Virus komputer ini pertama menyebar di Indonesia juga pada
tahun 1988. Virus yang begitu menggemparkan seluruh pemakai komputer di Indonesia, saat itu, adalah virus ©Brain yang dikenal dengan nama virus Pakistan.
tahun 1988. Virus yang begitu menggemparkan seluruh pemakai komputer di Indonesia, saat itu, adalah virus ©Brain yang dikenal dengan nama virus Pakistan.
Jenis-jenis virus
komputer
Berdasarkan Teknik
Pembuatannya
•
Virus yang dibuat dengan compiler
•
Virus Macro
•
Virus Script/ Batch
. Virus yang dibuat
dengan compiler
Adalah virus yang dapat dieksekusi karena merupakan virus yang telah di compile sehingga menjadi dapat dieksekusi langsung. Virus jenis ini adalah virus yang pertama kali muncul di dunia komputer, dan sampai sekarang terus berkembang pesat. Biasanya virus jenis ini dibuat dengan bahasa pemrograman tingkat rendah yang disebut dengan assembler, karena dengan menggunakan assembler program yang dihasilkan lebih kecil dan cepat, sehingga sangat cocok untuk membuat virus. Tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk membuat virus dengan menggunakan bahasa pemrograman lainnya seperti C dan Pascal baik dilingkungan DOS maupun Windows .
Mungkin virus jenis ini adalah virus yang paling sulit untuk dibuat tetapi karena dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman dan berbentuk bahasa mesin maka keunggulan dari virus ini adalah mampu melakukan hampir seluruh manipulasi yang mana hal ini tidak selalu dapat dilakukan oleh virus jenis lain karena lebih terbatas.
Virus Macro
Banyak
orang salah kaprah dengan jenis virus ini, mereka menganggap bahwa virus Macro
adalah virus yang terdapat pada program Microsoft Word. Memang hampir seluruh
virus Macro yang ditemui merupakan virus Microsoft Word. Sebenarnya virus Macro
adalah virus yang memanfaatkan fasilitas pemrograman modular pada suatu program
aplikasi tertentu seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowePoint,
Corel WordPerfect, dan sebagainya. Tujuan dari fasilitas pemrograman modular
ini adalah untuk memberikan suatu kemudahan serta membuat jalan pintas bagi
aplikasi tersebut. Sayangnya fungsi ini dimanfaatkan oleh pembuat-pembuat virus untuk membuat virus didalam aplikasi tersebut. Walaupun virus ini terdapat didalam aplikasi tertentu tetapi bahaya yang ditimbulkan tidak kalah berbahanya dari virus-virus yang lain.
aplikasi tersebut. Sayangnya fungsi ini dimanfaatkan oleh pembuat-pembuat virus untuk membuat virus didalam aplikasi tersebut. Walaupun virus ini terdapat didalam aplikasi tertentu tetapi bahaya yang ditimbulkan tidak kalah berbahanya dari virus-virus yang lain.
Virus Script/ Batch
Pada
awalnya virus ini lebih dikenal dengan virus batch karena dulu terdapat pada
file batch yang terdapat pada DOS, sekarang hal ini telah berganti menjadi
script. Virus script biasanya sering didapat dari Internet karena kelebihannya
yang fleksibel dan bisa berjalan pada saat kita bermain internet, virus jenis
ini biasanya menumpang pada file HTML (Hype Text Markup Language) dibuat dengan
menggunakan fasilitas script seperti Javascript, VBscript,4 maupun gabungan
antara script yang mengaktifkan program Active-X dari Microsoft Internet
Explorer.
Berdasarkan yang
dilakukan
Virus Boot Sector
Virus File
Virus System
Virus Hybrid
Virus Registry Windows
Virus Program Aplikasi
Virus Boot Sector
Virus Boot Sector adalah virus yang memanfaatkan gerbang hubungan antara komputer dan media penyimpan sebagai tempat untuk menularkan virus. Apabila pada boot sector terdapat suatu program yang mampu menyebarkan diri dan mampu tinggal di memory selama komputer bekerja, maka program tersebut dapat disebut virus. Virus boot sector terbagi dua yaitu virus yang menyerang disket dan virus yang menyerang disket dan tabel partisi.
Virus File
Virus file merupakan virus yang memafaatkan suatu file yang dapat diproses langsung pada editor DOS, seperti file berekstensi COM, EXE, beberapa file overlay, dan file BATCH. Virus umumnya tidak memiliki kemampuan untuk menyerang di semua file tersebut. Virus file juga dikelompokkan berdasarkan dapat atau tidaknya tingga di memory.
Virus System
Virus sistem merupakan virus yang memanfaatkan file-file yang dipakai untuk membuat suatu sistem komputer. Contohnya adalah file dengan berekstensi SYS, file IBMBIO.COM, IBMDOS.COM, atau COMMAND.COM.
Virus Hybrid
Virus ini merupakan virus yang mempunyai dua kemampuan biasanya dapat masuk ke boot sector dan juga dapat masuk ke file. Salah satu contoh virus ini adalah virus Mystic yang dibuat di Indonesia.
Virus Registry WIndows
Virus ini menginfeksi operating system yang menggunakan Windows 95/98/NT biasanya akan mengadakan infeksi dan manipulasi pada bagian registry Windows sebab registry adalah tempat menampung seluruh informasi komputer baik hardware maupun software. Sehingga setiap kali kita menjalankan Windows maka virus akan dijalankan oleh registry tersebut.
Virus Program Aplikasi
Virus ini merupakan virus Macro, menginfeksi pada data suatu program aplikasi tertentu. Virus ini baru akan beraksi apabila kita menjalankan program aplikasi tersebut dan membuka data yang mengandung virus.
Berdasarkan media
penyebarannya
Penyebaran dengan media
fisik
Penyebaran dengan Media
Internet
Penyebaran dengan media
fisik
Media
yang dimaksudkan bisa dengan disket, CD-ROM (Compact Disc Read Only Memory),
harddisk, dan sebagainya. Untuk CD-ROM, walaupun media ini tidak dapat dibaca
tetapi ada kemungkinan suatu CD-ROM mengandung virus tertentu, walaupun kemungkinannya
kecil, tetapi seiring dengan berkembangnya alat CD-R/CD-RW yang beredar
dipasaran maka kemungkinan adanya virus didalam CD-ROM akan bertambah pula.
Untuk saat ini virus jenis ini yang menjadi dominan dari seluruh virus yang
ada. Virus ini akan menular pada komputer yang masih belum tertular apabila
terjadi pengaksesan pada file/media yang mengandung virus yang diikuti dengan
pengaksesan file/media yang masih bersih, dapat juga dengan mengakes file/media
yang masih bersih sedangkan di memori komputer terdapat virus yang aktif.
Penyebaran dengan Media
Internet
Akhir-akhir ini virus yang menyebar dengan media sudah semakin banyak, virus ini biasanya menyebar lewat e-mail ataupun pada saat kita mendownload suatu file yang mengandung virus. Juga ada beberapa virus yang secara otomatis akan menyebarkan dirinya lewat e-mail apabila komputer memiliki hubungan ke jalur internet
CARA KERJA VIRUS
Virus
komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat
secara langsung merusak perangkat keras komputer tetapi dapat
mengakibatkan kerusakan dengan cara memuat program yang memaksa over process
ke perangkat tertentu. Efek negatif virus komputer adalah memperbanyak dirinya
sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer (seperti penggunaan memori)
menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% virus komputer berbasis sistem
operasi Windows. Sisanya menyerang Linux/GNU, Mac, FreeBSD, OS/2 IBM,
dan Sun Operating System. Virus yang ganas akan merusak perangkat keras.
Kemampuan Dasar Virus
Komputer
Definisi
umum virus komputer adalah program komputer yang biasanya berukuran kecil yang
dapat meyebabkan gangguan atau kerusakan pada sistem komputer dan memiliki
beberapa kemampuan dasar, diantaranya adalah :
Kemampuan untuk
memperbanyak diri
Yakni kemampuan untuk membuat duplikat dirinya pada file-file atau disk-disk yang belum ditularinya, sehingga lama-kelamaan wilayah penyebarannya semakin luas.
Yakni kemampuan untuk membuat duplikat dirinya pada file-file atau disk-disk yang belum ditularinya, sehingga lama-kelamaan wilayah penyebarannya semakin luas.
Kemampuan untuk
menyembunyikan diri
Yakni kemampuan untuk menyembunyikan dirinya dari perhatian user, antara lain dengan cara-cara berikut :
a. Menghadang keluaran ke layar selama virus bekerja, sehingga pekerjaan virus tak tampak oleh user.
b. Program virus ditempatkan diluar track2 yang dibuat DOS (misalkan track 41)
c. Ukuran virus dibuat sekecil mungkin sehingga tidak menarik kecurigaan.
Yakni kemampuan untuk menyembunyikan dirinya dari perhatian user, antara lain dengan cara-cara berikut :
a. Menghadang keluaran ke layar selama virus bekerja, sehingga pekerjaan virus tak tampak oleh user.
b. Program virus ditempatkan diluar track2 yang dibuat DOS (misalkan track 41)
c. Ukuran virus dibuat sekecil mungkin sehingga tidak menarik kecurigaan.
Kemampuan untuk
mengadakan manipulasi
Sebenarnya rutin manipulasi tak terlalu penting. Tetapi inilah yang sering mengganggu. Biasanya rutin ini dibuat untuk :
a. Membuat tampilan atau pesan yang menggangu pada layer monitor
b. Mengganti volume label disket
c. Merusak struktur disk, menghapus file-file
d. Mengacaukan kerja alat-alat I/O, seperti keyboard dan printer
Sebenarnya rutin manipulasi tak terlalu penting. Tetapi inilah yang sering mengganggu. Biasanya rutin ini dibuat untuk :
a. Membuat tampilan atau pesan yang menggangu pada layer monitor
b. Mengganti volume label disket
c. Merusak struktur disk, menghapus file-file
d. Mengacaukan kerja alat-alat I/O, seperti keyboard dan printer
Kemampuan untuk
mendapatkan informasi
Yakni kemampuan untuk mendapatkan informasi tentang struktur media penyimpanan seperti letak boot record asli, letak table partisi, letak FAT3, posisi suatu file, dan sebagainya.
Yakni kemampuan untuk mendapatkan informasi tentang struktur media penyimpanan seperti letak boot record asli, letak table partisi, letak FAT3, posisi suatu file, dan sebagainya.
o
Kemampuan
untuk memeriksa keberadaan dirinya
Sebelum menyusipi suati file virus memeriksa keberadaan dirinya dalam file itu dengan mencari ID (tanda pengenal) dirinya di dalam file itu. File yang belum tertular suatu virus tentunya tidak mengandung ID dari virus yang bersangkutan. Kemampuan ini mencegah penyusupan yang berkali-kali pada suatu file yang sama.
Sebelum menyusipi suati file virus memeriksa keberadaan dirinya dalam file itu dengan mencari ID (tanda pengenal) dirinya di dalam file itu. File yang belum tertular suatu virus tentunya tidak mengandung ID dari virus yang bersangkutan. Kemampuan ini mencegah penyusupan yang berkali-kali pada suatu file yang sama.
JENIS-JENIS VIRUS
Virus
komputer adalah sebuah istilah umum untuk menggambarkan segala jenis serangan
terhadap komputer. Dikategorikan dari cara kerjanya, virus komputer dapat
dikelompokkan ke dalam kategori sebagai berikut :
WORM
Worm - Menduplikatkan
dirinya sendiri pada harddisk. Ini membuat sumber daya komputer
(Harddisk) menjadi penuh akan worm itu.
TROJAN
Trojan - Mengambil data pada
komputer yang telah terinfeksi dan mengirimkannya pada pembuat trojan itu
sendiri.
BACKDOOR
Backdoor - Hampir sama dengan
trojan. Namun, Backdoor bisanya menyerupai file yang baik-baik saja. Misalnya
game.
SPYWARE
Spyware - Virus yang memantau
komputer yang terinfeksi.
ROGUE
Rogue - merupakan program
yang meniru program antivirus dan menampilkan aktivitas layaknya
antivirus normal, dan memberikan peringatan-peringatan palsu tentang adanya
virus. Tujuannya adalah agar pengguna membeli dan mengaktivasi program
antivirus palsu itu dan mendatangkan uang bagi pembuat virus rogue tersebut.
Juga rogue dapat membuka celah keamanan dalam komputer guna mendatangkan virus
lain.
ROOTKIT
Rootkit - Virus yang bekerja
menyerupai kerja sistem komputer yang biasa saja.
POLYMORPHIC VIRUS
Polymorphic virus - Virus yang gemar
beubah-ubah agar tidak dapat terdeteksi.
METAMORPHIC VIRUS
Metamorphic virus - Virus yang mengubah
pengkodeannya sendiri agar lebih sulit dideteksi.
VIRUS PONSEL
Virus ponsel - Virus yang berjalan
di telepon seluler, dan dapat menimbulkan berbagai macam efek, mulai dari
merusak telepon seluler, mencuri data-data di dalam telepon seluler, sampai
membuat panggilan-panggilan diam-diam dan menghabiskan pulsa pengguna telepon
seluler.
CARA MENGATASI VIRUS
Serangan
virus dapat dicegah atau ditanggulangi dengan menggunakan Perangkat lunak
antivirus. Jenis perangkat lunak ini dapat juga mendeteksi dan menghapus
virus komputer. Virus komputer ini dapat dihapus dengan basis data (database/
Signature-based detection), heuristik, atau peringkat dari program itu
sendiri (Quantum).
Siklus hidup virus
- Dormant
phase ( Fase Istirahat/Tidur )
Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi tertentu, semisal:tanggal yang ditentukan,kehadiran program lain/dieksekusinya
program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini
- Propagation phase ( Fase Penyebaran )
Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau
ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, ram dsb). Setiap
program yang terinfeksi akan menjadi hasil “klonning” virus tersebut
(tergantung cara virus tersebut menginfeksinya)
Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi tertentu, semisal:tanggal yang ditentukan,kehadiran program lain/dieksekusinya
program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini
- Propagation phase ( Fase Penyebaran )
Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau
ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, ram dsb). Setiap
program yang terinfeksi akan menjadi hasil “klonning” virus tersebut
(tergantung cara virus tersebut menginfeksinya)
- Trigerring phase (Fase Aktif )
Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa
kondisi seperti pada Dormant phase
- Execution phase ( Fase Eksekusi )
Pada Fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya.
Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb
Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa
kondisi seperti pada Dormant phase
- Execution phase ( Fase Eksekusi )
Pada Fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya.
Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb
Fase penyebaran virus
Pada
tahun 1984, virus baru berkembang dan banyak dikenal oleh masyarakat. Program
yang lebih dikenal dengan virus diciptakan oleh Fred Cohen yang diilhami dari
virus biologis yang mampu menular dari manusia ke manusia. Penciptaan program
virus merupakan cikal bakal dari teori John Von Neuman tahun1960 tentang Self
Altering Automata dengan membuat program game yang mampu memperbanyak diri dan
menghancurkan program lawan. Jadi virus komputer adalah program komputer yang
memiliki kemampuan untuk menulari program lain, mengubah, memanipulasi bahkan
merusak sistem komputer.
Penyebaran virus bisa
melalui
v Disket, flashdisk, DVD,
CD, hardisk dan media penyimpanan sekunder lainnya
v Jaringan komputer
lokal/internet baik wireline maupun wireless
v Aplikasi freeware,
shareware yang mudah diunduh (download) dari internet
v Server WWW atau FTP,
menularkan virus saat diakses
v Attachment file yang ada
pada email, dan lain-lain
Langkah-langkah
penanganan virus komputer
>> Pencegahan (preventif) :
1. Pasang antivirus yang handal yang terupdate teratur.
1. Pasang antivirus yang handal yang terupdate teratur.
2.
Scan disket, flashdisk, CD, DVD dan media penyimpanan lain sebelum tersambung
ke komputer
3.
Pasang firewall jika terhubung ke jaringan local maupun internet
4.
Jangan download aplikasi dari situs yang tidak jelas
5.
Update patch aplikasi/service pack untuk OS agar hole-hole aplikasi/OS bisa
diperbaiki.
>>Perbaikan (kuratif/sudah terinfeksi) :
1. Tentukan sumber virus (jaringan, flashdisk, atau yang lain), kemudian lokalisir atau isolasi agar penyebarannya terhenti.
1. Tentukan sumber virus (jaringan, flashdisk, atau yang lain), kemudian lokalisir atau isolasi agar penyebarannya terhenti.
2.
Identifikasi virus yang menyerang berdasar gejala yang kelihatan, seperti jenis
file yang diserang, kerusakan yang timbul, pesan yang muncul dan lain-lain dari
referensi majalah, internet, dll.
3. Hilangkan virus tanpa merusak file yang
terinfeksi, dengan memakai antivirus yang ada. Jika tidak berhasil,
karantinakan file yang terinfeksi. Jika tidak berhasil juga, hapus file
tersebut.
4.
Langkah terakhir dengan format/instal ulang komputer.
worm
Cacing
komputer atau
juga di sebut worm (bahasa Inggris: computer worm
atau worm) dalam keamanan komputer, adalah sebuah program
komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem komputer.
Sebuah worm dapat menggandakan dirinya dengan memanfaatkan jaringan
(LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri. Worm tidak
seperti virus komputer biasa, yang menggandakan dirinya dengan cara menyisipkan
program dirinya pada program yang ada dalam komputer tersebut, tapi worm
memanfaatkan celah keamanaan yang memang terbuka atau lebih dikenal dengan
sebutan vulnerability. Beberapa worm juga menghabiskan bandwidth
yang tersedia. Worm merupakan evolusi dari virus komputer. Hanya ada
satu cara untuk mengatasi worm yaitu dengan menutup celah keamanan yang terbuka
tersebut, dengan cara meng-update patch atau Service Pack dari operating
sistem yang digunakan dengan patch atau Service Pack yang paling terbaru.
virus komputer memang dapat menginfeksi
berkas-berkas dalam sebuah sistem komputer, tapi worm dapat melakukannya dengan
lebih baik. Selain dapat menyebar dalam sebuah sistem, worm juga dapat menyebar
ke banyak sistem melalui jaringan yang terhubung dengan sistem yang terinfeksi.
Beberapa worm, juga dapat mencakup kode-kode virus yang dapat merusak berkas,
mencuri dokumen, e-mail, atau melakukan hal lainnya yang merusak, atau
hanya menjadikan sistem terinfeksi tidak berguna. irus komputer memang dapat
menginfeksi berkas-berkas dalam sebuah sistem komputer, tapi worm dapat
melakukannya dengan lebih baik. Selain dapat menyebar dalam sebuah sistem, worm
juga dapat menyebar ke banyak sistem melalui jaringan yang terhubung dengan
sistem yang terinfeksi. Beberapa worm, juga dapat mencakup kode-kode virus
yang dapat merusak berkas, mencuri dokumen, e-mail, atau
melakukan hal lainnya yang merusak, atau hanya menjadikan sistem terinfeksi
tidak berguna.
Contoh –contoh worm
ADMw0rm: Worm yang dapat
melakukan ekspolitasi terhadap layanan jaringan Berkeley Internet Name
Domain (BIND), dengan melakukan buffer-overflow.
Code Red: Worm yang
dapat melakukan eksploitasi terhadap layanan Internet Information Services
(IIS) versi 4 dan versi 5, dengan melakukan serangan buffer-overflow.
LoveLetter: Worm yang
menyebar dengan cara mengirimkan dirinya melalui e-mail kepada semua
akun yang terdaftar dalam Address Book Microsoft Outlook Express/daftar
kontak dalam Microsoft Outlook dengan cara menggunakan kode Visual
Basic Script (VBScript).
Nimda
SQL-Slammer
worm Warhol
Sasser dan MsBlaster.
Worm Flash
Sejarah worm
Gagasan worm dan virus
berawal pada tahun 1949, saat seorang founder Electronic Discrete Variable
Automatic Computer (EDVAC), John Von Newman, memaparkan dalam sebuah
papernya yang berjudul "Theory and Organization of Complicated
Automata", dibahas suatu kemungkinan bahwa suatu program dapat melakukan
penyebaran dengan sendirinya. Kemudian pada tahun 1960-an, para peneliti
AT&Bell Laboratory membuat semacam permainan dengan menciptakan suatu
program yang dapat memusnahkan program ciptaan lawan, dan mampu bertahan
terhadap serangan program lawan lainnya. Pada akhirnya si-pemenang adalah
pemilik program yang tersisa paling banyak. Para peneliti sadar akan bahaya
program tersebut, maka setiap selesai permainan program tersebut selalu
dimusnahkan. Gagasan worm dan virus berawal pada tahun 1949, saat seorang
founder Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC), John
Von Newman, memaparkan dalam sebuah papernya yang berjudul "Theory and
Organization of Complicated Automata", dibahas suatu kemungkinan bahwa
suatu program dapat melakukan penyebaran dengan sendirinya. Kemudian pada tahun
1960-an, para peneliti AT&Bell Laboratory membuat semacam permainan dengan
menciptakan suatu program yang dapat memusnahkan program ciptaan lawan, dan
mampu bertahan terhadap serangan program lawan lainnya. Pada akhirnya
si-pemenang adalah pemilik program yang tersisa paling banyak. Para peneliti
sadar akan bahaya program tersebut, maka setiap selesai permainan program
tersebut selalu dimusnahkan.
Cikal bakal program worm
pertama kali dibuat oleh Bob Thomas pada tahun 1971. Program ini
merupakan solusi dari kebutuhan system kendali lalu lintas udara. Program ini
akan membantu mengingatkan operator apabila pengendalian suatu pesawat udara
berpindah dari satu komputer ke komputer lainnya. Sesungguhnya program yang
disebut "creeper" ini hanya berpindah dari layar ke layar pada
jaringan, dengan menampilkan pesan "I’m creeper! Catch me if you
can!". Tetapi program creeper tidak mereproduksi dirinya sendiri, hingga
beberapa programmer lain mencoba membuat program serupa, tetapi gagasan
tersebut berangsur- angsur hilang dalam beberapa bulan kemudian.
Istilah "virus"
mungkin sudah tidak asing terdengar, dapat dikatakan hampir setiap orang yang
mengenal komputer juga mengenal istilah ini, sementara istilah "worm"
tidak begitu dikenal, padahal istilah ini diciptakan oleh John Shoch dan Jon
Hupp di Xerox PARC (Palo Alto Research Centre) pada tahun 1979 sebelum istilah
virus computer dipublikasikan. Istilah worm ini ternyata diilhami oleh suatu
program "tapeworm" (cacing pita) dalam sebuah novel fiksi ilmiah
karangan John Brunner yang berjudul "The Shockwave Rider", yang
mengisahkan suatu pemerintahan totaliter yang mengendalikan warga negaranya
melalui suatu jaringan komputer. Untuk memerangi hal itu akhirnya seorang
pahlawan dalam novel tersebut kemudian memenuhi jaringan dengan suatu program yang
disebut "tapeworm" sehingga memaksa mematikan jaringan computer yang
secara otomatis juga menghilangkan kendali pemerintah terhadap warga negaranya.
Kemudian diawal tahun
1980 John Shoch dan Jon Hupp mengadakan sebuah penelitian dengan
mengembangkan lima buah program worm, masing-masing worm dibuat dengan tujuan
tertentu yang membantu jaringan disekitarnya. Beberapa worm terlihat sederhana,
seperti worm "town crier" yang bertugas memasuki jaringan hanya untuk
menampilkan pengumuman. Worm lainnya terlihat lebih kompleks dan pintar,
seperti worm "vampire". Worm ini tidak akan melakukan kegiatan pada
siang harinya, tetapi saat malam hari worm akan melakukan suatu kegiatan
tertentu yang telah terprogram sebelumnya, ini berguna untuk memanfaatkan
computer yang tidak bekerja pada malam hari dengan memberikan tugas yang
kompleks dan memerlukan daya proses yang lebih. Saat fajar, worm akan
menghentikan pekerjaannya dengan terlebih dahulu menyimpan seluruh pekerjaan
yang dilakukannya malam itu dan menunggu sore berikutnya. Walau bagaimanapun,
walaupun program ini berguna tapi disadari bahwa program ini juga akan sangat
berbahaya apabila salah digunakan. Hal ini terbukti saat sebuah worm mengalami
malfungsi pada suatu malam dan keesokan harinya para pekerja menemukan seluruh
komputer yang ada pada jaringan tersebut mengalami crash (suatu kerusakan
dimana system output dan input tidak berfungsi). Lebih dari itu saat komputer
dihidupkan kembali, worm malfungsi tersebut kembali membuat komputer crash.
Pada akhirnya dibuat semacam vaksin untuk mencegah worm tersebut, dan mulai
saat itu penelitian terhadap worm tersebut ditutup untuk umum
Kemampuan dasar worm
1. KEMAMPUAN REPRODUKSI DAN DISTRIBUSI
Yaitu kemampuan yang
mutlak dimiliki oleh worm untuk membuat salinan dirinya sendiri, sekaligus
mendistribusikan salinan tersebut pada system yang lain baik melalui media penyimpanan seperti flasdisk, disket dll, maupun melalui
jaringan komputer, walau pun memiliki rutin untuk menginfeksi program lain
namun tidak bertujuan menjadikan file program terinfeksi sebagi file infektor.
Pada awalnya worM dibuat
dengan aksi memnuhi hardisk dan jaringan, namun seiringnya perkembangan
jaman dan teknologi informasi hal ini di
tinggalkan oleh para worm writter karena
malah akan mengurangi kemampuan worm itu sendiri dalam menyembunyikan dirinya
sendiri, yang akan berakibat worm tersebut cepat terendus oleh advance user
ataupun oleh para vendor pembuat anti virus.
2. KEMAMPUAN REKAYASA SOSIAL
Karena file infektor
akan aktif saat user meng esekusi maka social engenering atau rekaya sosial
menjadi hal yang saat penting bagi suatu worm , seperti halnya seorang penjual
yang menjual barang daganganya pada pembelinya,
maka worm akan merias diri programnya dengan icon dan nama yang saat memikat
agar user mengesekusinya, suatu worm bisa saja membuat salinan disirnya dengan
nama file “ porno” dan dengan ga,bar icon yang saat tidak mencurigakan dan
menarik perhatian hehehe.
3. KEMAMPUAN MENYEMBUNYIKAN DIRI
Menjaga agar tidak di
ketahui adlah hal yang penting yang harus worm miliki dengan tujuan agar worm
dapat bertahan pada suatu system, hal
ini biasanya di lakukan dengan tidak menampilkan sesuatu saat wor di esekusi baik secara audio maupun secara visual bahkan
menyembunyikan diri dari taskbar bahkan jendela tasklist
4. KEMAMPUAN MENDAPATKAN INFORMASI
Suatu worm yang baik
harus bisa mendapatkan informasi yang ia butuhkan seperti jenis sistem operasi
yang digunakan, derektori root, direktori system, bahkan worm secara umum
memeriksa suatu system apakah terpasang antivirus atau tidak, lebih jauh lagi
worm akan mengnali anti virus yang terpasang atau tidak
5. KEMAMPUAN MENGADAKAN MANIPULASI
Umumnya manipulasi
dilakukan oleh worm untuk bertahan hidup, worm cenderung mengadakan
manipulasi pada registry agar worm bisa
tetap aktif saat komputer dijalankan, bahkan memanipulasi registry milik suatu
anti virus agar tidak mengganggu daur hidup worm itu sendiri , namun
memungkinkan saja worm bisa mengadakan manipulasi yang terlepas dari tujuan
tadi, seperti menyembunyikan partisi hardisk dll.
Dengan mengenal
karakteristik dari malcode yang di paparkan diatas oleh penulis hehehe,,, mudah
mudahan ini membatu siapa saja para pengguna komputer agar selalu waspada
terhadap serangan yang mungkin terjadi. Untuk selanjutnya akan di paparkan pula
siklus hidup dari worm singkat aja tapi
insyallah tergambarkan berikut ini.
SIKLUS HIDUP WORM
1.
Propagation Phase ( Fase Penyebaran)
Pada
fase ini worm akan membuat salinan dirinya sendiri ke suatu tempat baik pada
media penyimpanan tetap ( Hardisk ) ataupun media penyimpanan yang
bisa di pindahkan ( Removable Disk) seperti Flashdisk, Hardisk External, adapun
penyebaranya dapat di lakukan melalui system local maupun jaringan, ataupun
internet.
2.
Dormant Phase ( Fase istirahat)
Pada
fase ini worm tidaklah aktif , worm tidak aktif pada kondisi tertentu misalnya,
tanggal yang ditentukan, kehadiran program lain, dsan sebagainya, namun tidak
semua worm melalui tahap ini.
3.
Trigerring Phase ( Fase Aktif)
Di Fase Ini worm tersebut aktif dan menetap
pada memory, hal ini tergantung dengan metode launcer yang memicu worm itu
sendiri.
4.
Execution Phase (Fase Eksekusi)
Pada
fase ini worm yang telah aktif akan menjalankan fungsinya seperti menhapus file
, menampilkan pesan-pesan dan sebagainya.
trojan
Trojan
horse
atau Kuda Troya atau yang lebih dikenal sebagai Trojan dalam keamanan
komputer merujuk kepada sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious
software/malware) yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan.
Tujuan dari Trojan adalah memperoleh informasi dari target (password, kebiasaan
user yang tercatat dalam system log, data, dan lain-lain), dan mengendalikan
target (memperoleh hak akses pada target).
Cara Kerja
Trojan berbeda dengan
jenis perangkat lunak mencurigakan lainnya seperti virus komputer atau worm
karena dua hal berikut:
Trojan bersifat "stealth"
(siluman dan tidak terlihat) dalam operasinya dan seringkali berbentuk
seolah-olah program tersebut merupakan program baik-baik, sementara virus
komputer atau worm bertindak lebih agresif dengan merusak sistem
atau membuat sistem menjadi crash.
Trojan dikendalikan dari
komputer lain (komputer attacker).
Cara Penyebaran
Penggunaan istilah Trojan
atau Trojan horse dimaksudkan untuk menyusupkan kode-kode mencurigakan
dan merusak di dalam sebuah program baik-baik dan berguna; seperti halnya dalam
Perang Troya, para prajurit Sparta bersembunyi di dalam Kuda
Troya yang ditujukan sebagai pengabdian kepada Poseidon. Kuda Troya
tersebut menurut para petinggi Troya dianggap tidak berbahaya, dan diizinkan
masuk ke dalam benteng Troya yang tidak dapat ditembus oleh para prajurit
Yunani selama kurang lebih 10 tahun perang Troya bergejolak.
Kebanyakan Trojan saat
ini berupa sebuah berkas yang dapat dieksekusi (*.EXE atau *.COM dalam sistem
operasi Windows dan DOS atau program dengan nama yang sering
dieksekusi dalam sistem operasi UNIX, seperti ls, cat, dan
lain-lain) yang dimasukkan ke dalam sistem yang ditembus oleh seorang cracker
untuk mencuri data yang penting bagi pengguna (password, data kartu
kredit, dan lain-lain). Trojan juga dapat menginfeksi sistem ketika
pengguna mengunduh aplikasi (seringnya berupa game komputer) dari sumber yang
tidak dapat dipercayai dalam jaringan Internet. Aplikasi-aplikasi
tersebut dapat memiliki kode Trojan yang diintegrasikan di dalam dirinya dan
mengizinkan seorang cracker untuk dapat mengacak-acak sistem yang bersangkutan.
Jenis-jenis Trojan
Beberapa jenis Trojan yang beredar antara lain
adalah:
Pencuri password:
Jenis Trojan ini dapat mencari password yang disimpan di dalam sistem operasi
(/etc/passwd atau /etc/shadow dalam keluarga sistem operasi UNIX atau
berkas Security Account Manager (SAM) dalam keluarga sistem operasi Windows
NT) dan akan mengirimkannya kepada si penyerang yang asli. Selain itu,
jenis Trojan ini juga dapat menipu pengguna dengan membuat tampilan seolah-olah
dirinya adalah layar login (/sbin/login dalam sistem operasi UNIX atau
Winlogon.exe dalam sistem operasi Windows NT) serta menunggu pengguna untuk
memasukkan passwordnya dan mengirimkannya kepada penyerang. Contoh dari jenis
ini adalah Passfilt Trojan yang bertindak seolah-olah dirinya adalah
berkas Passfilt.dll yang aslinya digunakan untuk menambah keamanan password
dalam sistem operasi Windows NT, tapi disalahgunakan menjadi sebuah program
pencuri password.
Pencatat penekanan
tombol (keystroke logger/keylogger): Jenis Trojan ini akan
memantau semua yang diketikkan oleh pengguna dan akan mengirimkannya kepada
penyerang. Jenis ini berbeda dengan spyware, meski dua hal tersebut
melakukan hal yang serupa (memata-matai pengguna).
Tool administrasi jarak
jauh (Remote Administration Tools/RAT): Jenis Trojan ini
mengizinkan para penyerang untuk mengambil alih kontrol secara penuh terhadap
sistem dan melakukan apapun yang mereka mau dari jarak jauh, seperti memformat hard
disk, mencuri atau menghapus data dan lain-lain. Contoh dari Trojan ini
adalah Back Orifice, Back Orifice 2000, dan SubSeven.
DDoS Trojan atau Zombie
Trojan: Jenis Trojan ini digunakan untuk menjadikan sistem yang terinfeksi agar
dapat melakukan serangan penolakan layanan secara terdistribusi terhadap
host target.
Ada lagi sebuah jenis
Trojan yang mengimbuhkan dirinya sendiri ke sebuah program untuk memodifikasi
cara kerja program yang diimbuhinya. Jenis Trojan ini disebut sebagai Trojan
virus.
Pendeteksian dan
Pembersihan
Memeriksa Listening Port
Mendeteksi
keberadaan Trojan merupakan sebuah tindakan yang agak sulit dilakukan. Cara
termudah adalah dengan melihat port-port mana yang terbuka dan sedang
berada dalam keadaan "listening", dengan menggunakan utilitas
tertentu semacam Netstat. Hal ini dikarenakan banyak Trojan berjalan sebagai
sebuah layanan sistem, dan bekerja di latar belakang (background),
sehingga Trojan-Trojan tersebut dapat menerima perintah dari penyerang dari
jarak jauh. Ketika sebuah transmisi UDP atau TCP dilakukan, tapi transmisi
tersebut dari port (yang berada dalam keadaan "listening")
atau alamat yang tidak dikenali, maka hal tersebut bisa dijadikan pedoman bahwa
sistem yang bersangkutan telah terinfeksi oleh Trojan Horse.
Membuat Snapshot
Cara
lainnya yang dapat digunakan adalah dengan membuat sebuah "snapshot"
terhadap semua berkas program (*.EXE, *.DLL, *.COM, *.VXD, dan lain-lain) dan
membandingkannya seiring dengan waktu dengan versi-versi terdahulunya, dalam
kondisi komputer tidak terkoneksi ke jaringan. Hal ini dapat dilakukan dengan
membuat sebuah checksum terhadap semua berkas program (dengan CRC atau MD5
atau mekanisme lainnya). Karena seringnya Trojan dimasukkan ke dalam direktori
di mana sistem operasi berada (\WINDOWS atau \WINNT untuk Windows atau /bin,
/usr/bin, /sbin, /usr/sbin dalam keluarga UNIX), maka yang patut dicurigai
adalah berkas-berkas yang berada di dalam direktori tersebut. Banyak berkas
yang dapat dicurigai, khususnya berkas-berkas program yang memiliki nama yang
mirip dengan berkas yang "baik-baik" (seperti
"svch0st.exe", dari yang seharusnya "svchost.exe", sebuah
berkas yang dijalankan oleh banyak layanan sistem operasi Windows) dapat
dicurigai sebagai Trojan Horse.
Antivirus
Cara
terakhir adalah dengan menggunakan sebuah perangkat lunak antivirus,
yang dilengkapi kemampuan untuk mendeteksi Trojan yang dipadukan dengan firewall
yang memonitor setiap transmisi yang masuk dan keluar. Cara ini lebih efisien,
tapi lebih mahal, karena umumnya perangkat lunak antivirus yang dipadukan
dengan firewall memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan dua cara di
atas (yang cenderung "gratis"). Memang, ada beberapa perangkat yang
gratis, tapi tetap saja dibutuhkan waktu, tenaga dan uang untuk mendapatkannya
(mengunduhnya dari Internet).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar